Thursday, October 02, 2003

HITAM PUTIH PKI



2 hari lalu aku kebagian ngedit sebuah program khusus, namanya Hitam Putih PKI. Sebuah ulasan sejarah kekejaman gerakan 30SPKI 37 tahun yang lalu. Tanggal yang juga bertepatan dengan hari ultahku, meskipun tahunnya berbeda. Segmen yang aku edit berkisah tentang Gerakan 30SPKI itu sendiri.

Di zaman Orde Baru program seperti ini tidak mungkin ditayangkan. Lihat saja nara sumbernya Pramoedya Ananta Toer, Murad Aidit (adik DN Aidit), dan Rewang aktivis PKI tempoe doeloe. Secara keseluruhan kisah yang ditulis oleh teman-teman reporter berdasarkan hasil riset mereka, adalah kisah lama, bisa dibaca dibuku sejarah, tidak ada yang baru. Hanya saja, ulasannya lebih mendetil.

Aku yang awam ini jadi paham kalau tahun 65, terutama bertepatan Ultah PKI tanggal 23 Mei, kekuatan PKI begitu besar. Bahkan dengan dukungan 3 juta anggota dan 17 juta ormasnya seperti Barisan Tani Indonesia, Pemuda Rakyat dan Gerwani, DN Aidit yakin PKI bakal jadi penguasa politik saat itu. Bisa dibayangkan berapa banyak cucu dan cicit aktivis PKI saat ini. Namun ada yang menarik, para aktivis PKI bukan orang yang tidak beragama, banyak diantara mereka yang juga muslim. Bahkan menurut reporternya Vera dan Dewi, saat diwawancarai mereka menunaikan shalat terlebih dahulu.

Aku juga baca di koran selepas G30SPKI banyak pengikut dan aktivisnya yang dibunuh. Ribuan orang. Manusia awam yang mungkin cuma ikut-ikutan. Yang mungkin bisa kembali disadarkan. Lalu PKI ditetapkan sebagai partai terlarang, semua yang berbau PKI diberangus, masa depan anak, cucu dan cicit PKI dijamin akan suram.

Memberangus PKI? aku setuju. Tapi lalu mengambil hak hidup orang lain? Menurutku seharusnya sebuah paham yang bernama Komunis, biarlah namanya tetap ada, bukan untuk dikembangkan, tetapi untuk dipelajari, dikritisi lalu dibandingkan. Maka orangpun akan menilai. Dan tak perlu gusar, karena kekuatan Maha Besar tak kan mengizinkan, berkembangnya sebuah paham yang meniadakan-Nya.

(Catatan ringan dari seorang awam)

No comments: